Postingan

Rudal Balistik Korut Yang Bikin Heboh

Lagi-lagi Korea Utara bikin ulah yang membuat Paman Sam dan sekutunya marah besar. Bukan karena Kim Jong-Un menghina Trump, tetapi karena Korea Utara berhasil meluncurkan rudal balistiknya yang di klaim bisa menghancurkan kota-kota di Amerika. Tentu ini bukanlah klaim sembarangan, sebab sebelumnya Korut telah berulangkali menguji rudal-rudalnya meskipun gagal. Ahli senjata Nuklir dari Pusat Studi Nonploriferasi James Martin di California, Melissa Hanham mengatakan bahwa uji coba tersebut menunjukkan Alaska dalam ancaman rudal Korea Utara. Terlebih jika rudal itu dapat terbang selama 45 menit. [ lihat ]

Kado Akhir Pemerintahan Obama

Konflik Israel-Palestina telah berlangsung lama dan belum ada solusi nyata untuk menghentikan konflik tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh organisasi-organisasi internasional — termasuk PBB — maupun oleh negara-negara besar melalui sejumlah negosiasi bilateral. Tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil nyata, dan agresi Israel terhadap Palestina semakin membabi-buta. Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang dekat dengan Yerusalem semakin membuktikan negara zionis tersebut ingin menguasai tanah Palestina seutuhnya, termasuk kota suci Yerusalem. Meskipun upaya perluasan permukiman Israel di Tepi Barat mendapat kecaman dari sejumlah negara termasuk PBB, Israel tetap melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi tanpa mengindahkan kecaman tersebut.

OKI dan Hutang Sejarah Kemerdekaan Palestina

Organisasi Kerjasama Islam atau dahulu bernama Organisasi Konferensi Islam merupakan wadah perkumpulan negara-negara Islam atau negara-negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, dibentuk pada tanggal 25 September 1969 di Rabat, Maroko. Dibentuknya OKI sebagai respon atas tindakan pembakaran Masjid al-Aqsha oleh ekstrimis Yahudi serta aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina dan sekitarnya (seperti Suriah, Lebanon).  Selain itu, perang Arab-Israel pada tahun 1967 juga menjadi salah satu  trigger  berdirinya organisasi ini.

Konflik dan Pesan Damai

Kondisi politik internasional abad ke-21 ini diwarnai berbagai konflik. Tidak hanya berskala nasional, melainkan juga multinasional melibatkan negara-negara kuat ( super power ) yang saling berebut pengaruh. Timur Tengah dan daratan Arab secara keseluruhan mengalami gejolak politik yang  massif , negara-negara di kawasan itu mengalami apa yang disebut sebagai "Gelombang Musim Semi Arab  (Arab Spring) ".

Krisis Suriah

Kita telah menyaksikan di media massa, baik cetak maupun elektronik mengenai konflik di negara kaya minyak (Suriah). Hampir setiap hari kita disajikan dengan berita-berita tentang Suriah yang tak pernah habis-habisnya mewarnai sejumlah media massa di Indonesia. Konflik Suriah merupakan konflik internal yang melibatkan militer yang pro Assad dengan oposisi yang kontra Assad.

Sekilas tentang Gender

Isu seputar gender tampaknya mendapat tempat tersendiri di era modern saat ini. Semakin kompleks kehidupan manusia membuat posisi perempuan secara tidak langsung di nomor dua-kan.  Hal tersebut dikarenakan masih kentalnya peninggalan budaya patriarkhi tempo dulu yang masih dipraktekkan di era sekarang ini. Selain itu, ajaran agama yang secara tekstual memposisikan perempuan di bawah laki-laki. Perempuan dinilai memiliki banyak kelemahan, sehingga membutuhkan perlindungan laki-laki. Doktrin agama mengenai kesetaraan gender melalui ajaran-ajaran dalam kitab suci tersebut (khususnya Agama Islam) akan dibahas selanjutnya. 

Humanitarian Intervention ditinjau kembali

Polemik seputar perlu atau tidaknya suatu negara atau organisasi internasional melakukan intervensi (politik maupun militer) terhadap negara yang sedang dilanda konflik dengan mengacu kepada perlanggaran HAM berat akhir-akhir ini menjadi isu yang mengundang perdebatan di kalangan akademisi hubungan internasional. Intervensi kemanusiaan ( humanitarian intervention ) yang kerap dilakukan AS dan sekutunya terhadap negara yang “diduga” melakukan pelanggaran HAM justru semakin memperparah keadaan. Banyak kerugian yang diakibatkan dari intervensi itu mulai dari jatuhnya korban jiwa (sipil maupun militer) sampai terpuruknya perekonomian suatu negara.